Tag

, , , , , , , ,

kla-project

Saya mengenal KLa Project saat duduk di bangku SMP. Sekitar tahun 90-an. Yogyakarta adalah lagu KLa pertama yang menarik perhatian saya. Sedikit telat alias kuper, karena justru lagu Yogyakarta ada di album kedua KLa. Sesudah mengenal Yogyakarta, baru saya kenal lagu-lagu dari album pertama dan album kedua yang lainnya.

Tapi, yang akhirnya membuat saya benar-benar jatuh cinta pada KLa Project dan Katon Bagaskara adalah lagu Tak Bisa Ke Lain Hati. Sejak lagu yang ada di album ketiga, Pasir Putih, ini booming, sejak itu pula saya mengoleksi album-album KLa dan menjadi seorang KLanis (sekarang disebut KLanese). Bisa dibilang, masa remaja saya tumbuh bersama KLa, bahkan hingga saya memasuki usia sekarang, dimana anak saya tengah tumbuh menjadi remaja. Hingga detik ini,  bagi saya lagu-lagu KLa dan Katon Bagaskara juara untuk urusan lagu nan puitis!

Apa yang membuat saya menjadi begitu tertarik dengan karya lagu mereka? Selain musiknya, satu hal yang kemudian banyak mempengaruhi saya adalah lirik lagunya, yang sebagian besar ditulis oleh Katon. Dari KLa pulalah, awal saya mengenal karya sastrawan Libanon, Kahlil Gibran. Nafas bait-bait lagu KLa selaras dengan nafas tulisan Kahlil Gibran, karena memang setahu saya, Katon begitu mengagumi karya-karya penulis Sang Nabi ini.

Aku mencintaimu dengan sederhana…satu larik kalimat dari Kahlil Gibran yang begitu sarat makna. Romantisme yang elegan, bukan sekedar bait-bait cengeng. Begitupun dengan lirik-lirik lagu KLa, yang meskipun acapkali bercerita tentang kekecewaan tetap dalam tatanan kata yang indah dan tak jarang pula disisipi kata yang terdengar tak biasa.

Seperti kutipan lagu berikut ini.

Setetes embun di daun, lamban bergulir
Ketika jatuh ke tanah, terserap musnah
Begitu pun hatiku, diayun bimbang jawabmu
Terhempas dan hampa … tak terkira

Mentari tersaput mega, enggan bersinar
Menusuk angin ke raga, jiwa gemetar
Terpuruk ku di sini, dipeluk bimbang sikapmu
Membeku dan sara … tak terkira

Tentu semua sepakat, lagu di atas bukan sedang menceritakan kisah cinta dengan happy ending. Ini lagu patah hati, lagu yang menceritakan tentang kebimbangan dengan balutan romantisme yang luar biasa. Dan Katon, acapkali menggunakan kata-kata lawas, yang kadang sudah jarang digunakan. Jujur saja, tak banyak pencipta lagu yang mampu membuat karya dengan bau sastra yang begitu kental namun “ringan” untuk dinikmati. Bagi saya pribadi, karya-karya mereka adalah lagu romansa sepanjang masa.

Tak Ingin Ku Beralih (dari album Exellentia, 2010)

Hujan basahi pagi

Dingin menemani

Dan masih ku di sini berharap menanti

Semenjak kau pergi

Menyisakan duka ini

Separuh ruang hati kini terasa

Hampa tak berarti

Hanya engkaulah yang mampu mengisi

Ku dambakan kasihmu

Ku rindukan hadirmu yang s’lalu

Membasuh pedih

Sungguh kau tak terganti

Bilakah kau kembali?

Tak ingin hatiku beralih

Meski banyak bunga lain

Mencoba cerahkan hati

Namun kenanganku akan dirimu

Yang s’lalu memanggil bahagiaku

Tak Ingin Ku Beralih-Youtube

Iklan