Romantisme KLa, Romantisme Sepanjang Masa

Tag

, , , , , , , ,

kla-project

Saya mengenal KLa Project saat duduk di bangku SMP. Sekitar tahun 90-an. Yogyakarta adalah lagu KLa pertama yang menarik perhatian saya. Sedikit telat alias kuper, karena justru lagu Yogyakarta ada di album kedua KLa. Sesudah mengenal Yogyakarta, baru saya kenal lagu-lagu dari album pertama dan album kedua yang lainnya. Baca lebih lanjut

Jiwa-Jiwa Yang Patah

Tag

,

Pagi itu saya termenung, membaca curahan kerinduan seorang anak pada ayahnya. Bukan rindu yang biasa. Bukan rindu seperti rindu saya pada Bapak. Ini berbeda. Dalam rindu saya, saya masih dapat melukis kenangan bersama Bapak dengan baik. Saya masih mampu mengukir senyum Bapak dengan sempurna meski beliau telah tiada. Ini tentang rindu yang penuh dengan kepedihan. Rindu yang bertumbuh pada jiwa yang patah.

photo by Hesti Edityo

photo by Hesti Edityo

Baca lebih lanjut

Lupakan Saldo di Tabungan!

Tag

Sedia payung sebelum hujan. Begitulah kira-kira perumpamaan yang pas dikaitkan dengan aktivitas menabung. Jaman kecil dulu, tabungan yang popular adalah celengan. Mulai dari celengan dari bambu yang diberi celah, celengan tanah liat, sampai celengan dengan bentuk-bentuk lucu. Biasanya, pas kecil lumayan semangat ngumpulin duit di celengan. Tapi, begitu dewasa, apalagi begitu sudah berlabel emak-emak, butuh perjuangan khusus buat istiqomah menabung. Apalagi bila kebutuhan hidup semakin banyak, butuh strategi khusus untuk menyiapkan dana khusus dalam tabungan. Baca lebih lanjut

Aku, Nova, dan Baby Blue

Tag

Aku masih SMP, waktu kakak pertamaku berlangganan Nova. Ya, itulah kali pertama aku mengenal Nova. Sedari kecil, sedari melek huruf dan bisa membaca, aku memang “melahap” bacaan apapun. Mau majalah, tabloid, surat kabar, novel, komik, semuanya, deh! Mau itu untuk anak-anak, remaja, emak-emak, atau yang serius banget, kalau ingin baca, ya, baca. Saat itu, selain aku, kakakku, ada juga anak-anak kakakku yang selalu berebut setiap hari Kamis saat Nova datang. Alhasil, tak jarang lembar-lembar Nova tercerai berai, lembar yang ini aku yang pegang, lembar yang itu di kakakku, lembar-lembar lainnya di keponakanku. Giliran semua ingin membaca lembar yang sama tetapi berbeda halaman, hebohlah jadinya. Semua ngotot ingin membaca lebih dulu. Bila sudah begitu, keluarlah jurus maut kakakku, “Yang bayar dulu yang baca! Gak sopan nduluin orang tua!” Baca lebih lanjut

Working Mom’s Dillema

Tag

, , , , ,

“Ibu berhenti ngajar aja, ya, Yah….”

my boys (dok. pribadi)

my boys (dok. pribadi)

Inilah kalimat andalan yang seringkali kuutarakan kepada suami saat kegalauanku muncul. Kegalauan yang muncul saat dihadapkan pada peranku sebagai ibu dan pekerjaanku sebagai guru. Biasanya penyebabnya saat anakku sakit, tak ada yang menjaga anakku, atau anak rewel tak mau ditinggal, sementara tugasku sebagai seorang profesional melambai-lambai menuntut tanggung jawab. Baca lebih lanjut

Me Time

Tag

, ,

“Pulang kerja, kok, malah mampir-mampir! Bukannya langsung pulang!”

Kalimat ini pernah ditujukan seseorang padaku, tidak persis sama secara tekstual, tetapi kurang lebih seperti itu. Tentunya dengan nada yang lumayan pedas, gara-gara aku yang sesekali mampir sepulang mengajar ke tempat teman sekedar untuk “meluruskan” badan yang terasa penat.

“Kok, sempat-sempatnya menulis, sih? Aku yang anaknya nggak sebanyak kamu, aja, kayaknya repot banget mengurus ini itu, mana ada waktu untuk menulis…” Baca lebih lanjut

Life Is Never Flat

Tag

, , , ,

Berawal dari status mbak Annisa Fitri Rangkuti soal kehidupan perkawinan, dimana saya sempat berkomentar soal kehidupan perkawinan saya yang melalui banyak kisah. Muncul ide untuk menuliskannya, ya, katakanlah untuk menjadikan semacam prasasti bahwa perjalanan kehidupan banyak lika-likunya. Ups and downs.

perjalanan kehidupan (dok. pribadi)

perjalanan kehidupan (dok. pribadi)

Tinggal berdua di rumah sederhana tipe 36, yang dicicil suami sejak sebelum menikah, hanya ada beberapa perabotan yang kami miliki. Itupun sebagian besar adalah kado perkawinan, dan beberapa barang elektronik yang dibeli suami sejak bujangan. Nah, soal barang elektronik ini ada beberapa cerita yang meski “pahit” tapi manis dikenang, setidaknya membuat saya nyengir sendiri saat mengingatnya. Baca lebih lanjut

Kesetaraan Gender dan Pengakuan Hak Perempuan dalam Keluarga

Tag

, ,

Ada sisi lain yang menarik untuk disimak berkaitan dengan kecelakaan maut putra Ahmad Dhani. Bukan permasalahan jumlah korbannya atau usia Dul, tapi beberapa kecaman yang dialamatkan ke Dhani terkait pola asuh Dul selama ini. Tentunya publik sudah tahu bahwa pasca perceraian musisi kondang ini dengan Maia, ketiga anak mereka berada di bawah pengasuhan sang ayah meskipun keputusan pengadilan sebelum adanya PK yang diajukan Dhani, memberikan hak asuh kepada Maia. Dari berbagai berita yang beredar, salah satu alasan Dhani  ngotot untuk mengambil alih hak asuh anak-anaknya adalah karena dia merasa yang paling mampu dan paling baik dalam mendidik anak. Bahkan setelahnya Maia sering dipersulit untuk bertemu dengan Al, El, dan Dul. Entah berdasarkan alasan apa, hingga Dhani kemudian beranggapan dan bertindak seperti itu. Namun yang jelas di sini terlihat bagaimana dominasi seorang lelaki Baca lebih lanjut

Jodoh Bukan Soal Rupa!

Tag

,

Jodoh Bukan Soal Rupa!

 my wedd 2

“Lelaki itu lebih suka cewek berkulit putih, wangi, dan nggak kucel!” Ucap kakak saya sekitar dua puluhan tahun yang lalu. Sore itu, saya yang masih duduk di kelas 1 SMP, pulang ke rumah dengan tubuh penuh keringat dan kulit semakin “gosong”. Penampilan saya yang kerap acak-acakan ditambah kulit yang sawo matang seringkali diprotes kakak. Kulit saya sendiri memang ditakdirkan lebih gelap dibandingkan kakak-kakak dan adik saya yang dari sononya berkulit kuning langsat. Baca lebih lanjut

Apa Mimpimu?

Mimpi adalah kunci 
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Seperti yang dikatakan Nidji, mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia…. Bagiku bukan seberapa besar mimpimu yang terpenting, tetapi seberapa besar kita mewujudkan mimpi kita. Mimpi yang terus terpatri, hingga kemudian mimpi ini selaksa doa yang terus terhembus dalam relung jiwa.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 679 pengikut lainnya